Barcelona Vs Real Madrid 1-3, Mantan Wasit Ini Pertanyakan Penalti Sergio Ramos

Posted on

Pertandingan Barcelona versus Real Madrid yang berjalan ke Sabtu malam tempo hari diwarnai dengan pro-kontra sepakan penalti Sergio Ramos. Real Madrid dipandang diuntungkan keputusan itu hingga sukses mencetak kemenangan 3-1.

Bekas wasit Liga Spanyol Andujar Oliver menanyakan keputusan Juan Martinez Munuera, wasit yang pimpin pertandingan itu, memberi Real Madrid sepakan penalti. Menurutnya, tarikan pakaian yang dilaksanakan Clement Lenglet pada Ramos.

Menurutnya, apakah yang dilaksanakan Lenglet tidak sama yang dilaksanakan sama Antonio Sanabria saat Real Betis menantang Real Sociedad.

“Tarikan kecil itu bukan fakta untuk memberi penalti, “kata Juan Andujar Oliver ke Radio MARCA. “Ini tidak ada hubungan dengan tindakan Sanabria di Real Betis dalam laga menantang Real Sociedad di mana tarikan, terhitung kartu merah, benar-benar jelas.”

BACA – Selamat Hari Santri Nasional 2020

Real Madrid mendapatkan hadiah penalti ke set ke-2 waktu laga sedang berjalan seimbang 1-1. Juan Martinez konsultasi dengan wasit VAR sesudah beberapa pemain Real Madrid lakukan protes masalah pelanggaran Lenglet itu. Kemudian, ia juga putuskan untuk memberi penalti ke Real Madrid.

Namun ia pernah 2x tidak menggubris protes yang dilaksanakan sama beberapa pemain Barcelona yang berasa pantas memperoleh penalti. Pertama kali ialah saat Lionel Messi dijatuhkan di kotak penalti sama Casemiro serta ke-2 saat ketegangan di mulut gawang Real Madrid membuat bola sentuh tangan bek Real Madrid Raphael Varane.

Pelatih Barcelona, Ronald Koeman, juga memandang pemakaian VAR cuman dilaksanakan untuk bikin keputusan yang bikin rugi teamnya.

“Saya tidak pahami VAR, saya berpikir itu cuman dipakai untuk bikin keputusan bikin rugi Barca,” kata Ronald Koeman selesai laga yang diambil BBC, Ahad.

“Anda terus memperoleh tarikan seragam semacam itu di tempat penalti serta saya berpikir Ramos lakukan pelanggaran pada Lenglet lebih dulu. Ada tarikan seragam, tapi tidak cukup buat membuat jatuh sama seperti yang dia kerjakan.Untuk saya itu bukan penalti.”

“Kami sudah jalani 5 laga serta (VAR) cuman dipakai untuk menantang Barca. Itu belum pernah berjalan seperti keinginan kami,” lebih pelatih Belanda itu yang teamnya baru kumpulkan 7 point dari 5 laga liga Spanyol.

“Keputusan itu punya pengaruh besar di hasil akhir, sebab kami bermain bagus sampai penalti.”

Sesudah gol polemis itu, Real Madrid benar-benar ringkas semakin banyak bertahan serta kadang-kadang lakukan serbuan balik. Real Madrid baru cetak gol kembali di menit ke-90 melalui pola serbuan balik. Cedera Modric tutup pertandingan El Clasico itu jadi 3-1 untuk kemenangan Real Madrid dengan 1 gol.

MARCA| BBC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *